akbarweb.my.id – Ne Zha 2 review ini akan membahas bagaimana film animasi asal Tiongkok ini berhasil mengguncang dominasi Hollywood. Dengan visual yang luar biasa dan cerita yang kuat, Ne Zha 2 menjadi bukti bahwa industri animasi Tiongkok mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu keunggulan utama Ne Zha 2 adalah pendekatan budaya yang autentik. Berbeda dengan animasi Hollywood yang kerap mengadaptasi elemen budaya dengan pendekatan yang cenderung aman, Ne Zha 2 mengeksplorasi mitologi dan novel klasik Investiture of the Gods karya Xu Zhonglin dari abad ke-16 dengan kreativitas tanpa batas. Jiaozi, selaku sutradara dan penulis naskah, berhasil menghidupkan dunia fantasi yang penuh dengan keajaiban, di mana para dewa dan monster hidup berdampingan dengan manusia.

Film ini tidak takut untuk tampil hiperbolis, seperti ditunjukkan dengan senjata ikonik “Cambuk Guntur Membelah Langit”, serta visualisasi dunia fantasi yang megah dan spektakuler. Jiaozi menghadirkan dunia yang seolah tak terikat oleh hukum realisme, memberikan pengalaman sinematik yang luar biasa bagi penonton.

Melanjutkan kisah dari film pertamanya, Ne Zha 2 berkisah tentang perjalanan Ne Zha dalam menghadapi ujian keabadian yang diselenggarakan oleh sekte Chan di bawah pimpinan Wuliang. Tujuannya adalah memperoleh pil yang dapat memperbaiki teratai suci milik Taiyi Zhenren, yang akan digunakan untuk menyusun kembali tubuh Ne Zha dan Ao Bing yang hancur di akhir film pertama. Namun, perjalanan ini penuh tantangan dan intrik, termasuk perlawanan dari sekte Chan yang ternyata jauh dari kesan suci yang mereka tunjukkan.

YouTube Video

Film ini mengajak penonton untuk tidak menilai seseorang hanya dari tampilan luar. Para anggota sekte yang dianggap suci justru menunjukkan sifat arogan dan kejam, sementara Ne Zha dan Ao Guang, yang notabene adalah iblis, justru menunjukkan belas kasih dan kebaikan hati. Nilai moral ini diperkuat dengan berbagai situasi yang membalikkan persepsi penonton sepanjang film.

Salah satu peningkatan terbesar dari film pertamanya adalah aspek visual. Dengan anggaran produksi yang meningkat pesat dari USD 22 juta menjadi USD 80 juta, Ne Zha 2 berhasil menghadirkan animasi dengan kualitas yang bahkan melampaui banyak film animasi Barat. Warna-warna yang lebih lembut dan natural, detail visual yang luar biasa, serta adegan pertempuran antar dewa yang spektakuler, menjadikan film ini sebagai pengalaman sinematik yang benar-benar memukau.

Baca Juga: Review Film Snow White Live Action – Kontroversi, Perubahan, dan Keunikan Film

Tak hanya visual, humor dalam Ne Zha 2 juga berkembang menjadi lebih matang dan tidak terkesan dipaksakan. Salah satu momen komedik yang menarik adalah ketika Ne Zha tersesat di istana Wuliang dan tanpa sengaja membuang air di dalam guci minuman suci. Adegan ini tidak hanya menghadirkan tawa, tetapi juga menjadi bentuk sindiran terhadap pengultusan yang berlebihan.

Ne Zha 2 bukan hanya sekadar sekuel yang sukses, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam industri animasi dunia. Dengan visual luar biasa, cerita yang mendalam, serta pendekatan budaya yang autentik, film ini telah membuktikan bahwa industri perfilman Tiongkok mampu menandingi dan bahkan melampaui Hollywood. Keberhasilannya yang fenomenal, dengan pendapatan yang telah mencapai lebih dari USD 2 miliar, menjadi bukti bahwa film ini memiliki daya tarik luar biasa bagi penonton global.

Ke depannya, keberhasilan Ne Zha 2 mungkin akan membuka jalan bagi lebih banyak film animasi dari Tiongkok untuk mendominasi pasar internasional. Jika Anda belum menonton Ne Zha 2, inilah saatnya untuk menyaksikan sendiri bagaimana film ini menjadi saksi sejarah dalam evolusi industri animasi dunia.

Untuk ulasan film lainnya, kunjungi akbarweb.my.id dan temukan berbagai artikel menarik seputar dunia perfilman dan hiburan!

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *